Lewati ke konten utama
Baskara Riau Teknik
BASKARA RIAU TEKNIK 20 kV MV & LV CONTRACTOR
Kabel Tanah & SKTM 27 October 2026 • 7 menit baca

Jointing & Terminasi Kabel SKTM 20 kV: Mengapa Kualitas Eksekusi Menentukan Usia Kabel

Tegangan 20.000 Volt menuntut presisi mikrometer dalam pengupasan semi-konduktif dan pemasangan stress-cone. Pelajari penyebab ledakan sambungan kabel tanah dan standar pengujian VLF Hi-Pot.

Jointing & Terminasi Kabel SKTM 20 kV: Mengapa Kualitas Eksekusi Menentukan Usia Kabel
Ringkasan Jawaban Rekayasa Teknik:

Sambungan (jointing) dan terminasi kabel tanah tegangan menengah 20 kV (SKTM) merupakan titik paling kritis pada seluruh jaringan listrik industri. Kegagalan jointing umumnya disebabkan oleh cacat mikroskopis saat pengupasan lapisan semi-konduktif, kelembapan yang terperangkap, atau penempatan stress-cone yang tidak presisi, yang memicu peluahan parsial (partial discharge) dan menyebabkan isolasi XLPE meledak dalam hitungan bulan.

Bahaya Konsentrasi Medan Listrik & Peran Stress Control

Pada kabel tanah 20 kV berisolasi XLPE (Cross-Linked Polyethylene), medan listrik terdistribusi secara simetris di antara inti konduktor tembaga/aluminium dan lapisan pelindung tembaga (copper tape shield). Ketika pelindung tersebut dipotong untuk membuat terminasi, garis medan listrik akan berkonsentrasi secara ekstrem pada titik pemotongan.

Jika tidak dikendalikan dengan tabung stress control (stress-relief cone) yang presisi, udara di sekitar titik potong akan terionisasi menjadi ozon dan memicu percikan lucutan listrik parsial yang menghancurkan bahan isolasi secara perlahan.

Heat-Shrink vs. Cold-Shrink: Mana yang Terbaik untuk Perkebunan?

Teknologi Heat-Shrink (menggunakan pemanasan torch api gas) sangat populer karena ketahanan mekanis luarnya yang sangat kuat dan ekonomis. Namun, pemasangannya membutuhkan keahlian tinggi agar pemanasan merata tanpa membakar isolasi.

Teknologi Cold-Shrink (ditarik tali spiral) menawarkan keunggulan tekanan radial konstan seiring ekspansi termal kabel saat beban puncak pabrik berjalan. BRT memiliki sertifikasi resmi untuk kedua metode menggunakan material premium dari Raychem (TE Connectivity) dan 3M.

Pengujian VLF Hi-Pot & Uji Tahanan Isolasi Megger

Setelah jointing selesai, pengujian tidak boleh hanya mengandalkan Megger DC sederhana. Kabel tanah XLPE wajib diuji menggunakan tegangan Very Low Frequency (VLF AC 0.1 Hz) pada level tegangan hingga 36 kV selama 15–30 menit.

Uji VLF mampu mendeteksi cacat mikro pada isolasi tanpa merusak struktur molekul polimer XLPE, menjamin sambungan kabel aman beroperasi selama puluhan tahun.

TANYA JAWAB TEKNIS (FAQ)

Pertanyaan Sering Diajukan

Apakah teknisi BRT memiliki sertifikasi resmi jointing kabel 20 kV?

Ya, Direktur Teknik kami Gatot Baskoro Adi telah menempuh pelatihan resmi Jointing & Terminating SKTM 20 kV yang diselenggarakan oleh APEI Riau dan Ikatan Ahli Kelistrikan Indonesia (IKPLN).

Berapa kedalaman standar penguburan kabel tanah SKTM di area pabrik?

Sesuai PUIL 2011, kabel tanah tegangan menengah wajib ditanam pada kedalaman minimal 0,8 hingga 1,0 meter di bawah tanah, dilapisi bantalan pasir, pelindung plat beton/bata, dan pita peringatan listrik tegangan tinggi.

Gatot Baskoro Adi

Gatot Baskoro Adi

Pendiri & Direktur Teknik · Pemegang SKK Kualifikasi Level 5 Kementerian ESDM RI

Memimpin rekayasa ketenagalistrikan tegangan menengah selama lebih dari 18 tahun sejak 2008, Gatot Baskoro Adi memegang tiga sertifikasi SKK Level 5 resmi Kementerian ESDM RI. Beliau telah memimpin lebih dari 23 proyek industri dan 8 proyek untuk grup multinasional KLK Group di 5 provinsi.